UPA Perpustakaan Universitas Tadulako secara resmi melepas dan menyerahkan kembali peserta kegiatan Pembelajaran Berbasis Aksi Nyata (PBAN) Kelas XII dari SMA Negeri 6 Palu Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan penarikan ini (Jum’at, 13 Februari 2026) menandai berakhirnya rangkaian aktivitas pembelajaran yang telah dilaksanakan para siswa di lingkungan perpustakaan.

Sebelumnya, sebanyak 10 siswa Kelas XII program IPS telah mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis praktik langsung di Universitas Tadulako, khususnya di UPA Perpustakaan. Selama kegiatan berlangsung, para siswa mendapatkan pengalaman nyata terkait pengelolaan bahan pustaka, layanan sirkulasi, penataan koleksi, serta pengenalan sistem otomasi perpustakaan.
Dalam kesempatan yang sama Kepala UPA Perpustakaan juga menyerahkan bingkisan penghargaan bagi Siswa yang memiliki nilai tertinggi selama pelaksanaan kegiatan. Bingkisan tersebut diserahkan kepada 4 siswa yang dinilai memiliki dedikasi yang tinggi selama praktek kegiatan.



Program ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis aksi nyata yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan, serta wawasan siswa mengenai dunia kerja dan manajemen informasi. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman langsung dalam mendukung layanan perpustakaan perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, perwakilan UPA Perpustakaan Universitas Tadulako menyampaikan apresiasi atas kedisiplinan dan semangat belajar para siswa selama mengikuti kegiatan. Diharapkan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga dalam melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja di masa mendatang.
Pihak sekolah juga menyampaikan terima kasih atas kesempatan dan bimbingan yang telah diberikan oleh UPA Perpustakaan Universitas Tadulako. Kerja sama antara SMA Negeri 6 Palu dan Universitas Tadulako ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Tengah.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, para siswa secara resmi ditarik kembali ke sekolah untuk melanjutkan proses pembelajaran di kelas sesuai dengan agenda Tahun Pelajaran 2025/2026.
