UPA Perpustakaan Universitas Tadulako kembali menerima sumbangan koleksi buku dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Tengah. Bantuan koleksi ini merupakan wujud nyata sinergi antarinstansi dalam mendukung pengembangan sumber daya informasi serta pelestarian dan penyebarluasan pengetahuan mengenai kebudayaan Indonesia, khususnya kekayaan budaya Sulawesi Tengah.
Koleksi buku yang diserahkan diharapkan dapat memperkaya referensi bagi sivitas akademika Universitas Tadulako, mulai dari mahasiswa, dosen, peneliti, hingga masyarakat umum yang memanfaatkan layanan perpustakaan. Kehadiran berbagai literatur bertema sejarah, budaya, tradisi, cagar budaya, dan kearifan lokal menjadi sumber informasi yang penting dalam mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kepala UPA Perpustakaan Universitas Tadulako menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Tengah atas kepercayaan dan kontribusi yang diberikan. Sumbangan koleksi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekaligus memperluas akses masyarakat akademik terhadap literatur kebudayaan yang berkualitas.
Balai Pelestarian Kebudayaan merupakan unit pelaksana teknis Kementerian Kebudayaan yang memiliki tugas dalam pelestarian, perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya di wilayah kerjanya. Melalui penyediaan publikasi dan literatur kebudayaan, lembaga ini turut berperan dalam memperkuat upaya edukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya bangsa.
UPA Perpustakaan Universitas Tadulako berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah, institusi pendidikan, maupun mitra strategis lainnya dalam upaya memperkaya koleksi perpustakaan. Diharapkan koleksi yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pemustaka sebagai sumber belajar, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan, sekaligus menjadi media untuk menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya Indonesia (Admperpus:22/07/2026).