In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Powered by RS Web Solutions

Kapolda Sulteng Jaring Mitra

 

Kapolda, Rektor Untad dan keluarga Besar Fakultas Hukum tengah melakasanakan Senam bersama. Foto : Rafani Tuahuns/MT

 

 

Suasana ramai dan akrab menyelimuti atmosfir lingkungan Fakultas Hukum Universitas Tadulako. Jajaran Polda Sulteng yang dipimpin langsung oleh Kapolda, Drs. Ari Dono Sukamto, SH. menjaring mitra bersama keluarga besar Fakultas Hukum Untad. Beberapa agenda keakraban di gelar, yakni senam bersama, kampanye keselamatan berlalu lintas dan pelayanan sim keliling khusus perpanjangan sim, pada Jum’at (23/8).

 

Sebelum seluruh agenda kearaban dimulai, Kapolda Sulteng, Drs. Ari Dono Sukamto, SH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa senam bersama kali ini, selain menjaga kebugaran tubuh, juga mempererat silaturahmi, serta kampanye hari ini juga memberikan informasi kepada hadirin yang hadir terkait informasi situasi keamanan lalu lintas di Sulteng. Angka kecelakaan semakin meningkat, dan angka kematian akibat kecelakaan juga semakin tinggi. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk upaya mengurangi resiko tersebut.

 

Bapak Kapolda juga memaparkan beberapa hal penting. Pertama, sebagian besar kecelekaan yang terjadi karena faktor kelalaian yang tidak menaati peraturan lalu lintas. Maka himbauan agar senantiasa berhati-hati dan saat berkendara selalu memperhatikan serta menaati rambu yang telah tersedia. Kedua, beredarnya narkoba yang sangat berbahaya, jangan sampai beredar di lingkungan kampus, maka mahasiswa harus menjadi pelopor memberantas peredaran narkoba sebelum masuk dan merajalela. Ketiga, Konflik sosial yang selalu mendera masyarakat sulteng, maka harapan Kapolda, mahasiswa bisa menjadi agen-agen polisi dalam mengkampanyekan kedamaian didalam masyarakat.

 

Hal itu senada dengan bahasa Rektor Untad, Prof. Ir. Muhammad Basir, SE. MS., beberapa saat setelah kegiatan selesai, bahwa dengan kegiatan seperti ini sangat bernilai positif bagi kita semua, khususnya mahasiswa. Ketika ada pertikaian, kerusushan antar kampung, minimal mahasiswa tidak ikut-ikutan dalam masa kerusahan. Dengan begitu paling tidak mahasiswa telah berpartsipasi dalam menjaga kedamaian di lingkungan kita ini.

 

Dalam perbincangan kecil bersama awak Media Tadulako, di ruang kerjanya bebrapa saat lalu, Prof. Basir juga menyampaikan rasa bangga kepada jajaran Polda Sulteng yang telah bermitra bersama Fakultas Hukum Untad dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti ini. “ini bagian dari kerja sama dan kolaborasi yang baik antara Kapolda Sulteng dan Jajarannya dengan Universitas Tadulako, khususnya Fakultas Hukum” ungkap Rektor.

Dalam agenda penting kali ini, yang menjadi harapan besar satuan Polda Sulteng sebagai lemabaga negara yang diberikan kewenangan dalam menjaga ketertiban di masayarakat, mengaharapkan kepada mahasiswa dan dosen, bisa menjadi pelopor keselamatan berkendara serta bisa menjadi agen-kepolisian di masyarakat luas dalam menjaga ketertiban dan keamanan.

3 Debater UNTAD Siap Berlaga Dalam Kancah University Debating Championship

dari  kiri ke kanan : Ibu Aminah, S.Pd. M.Pd., Rezqi, Riana, Asmadi Weri SH. MH, foto bersama sehari sebelum berangkat ke Palembang

Satu lagi ajang nasional yang sangat bergengsi di tahun ini, yakni University Debating Championship 2013, di palimbang, 25-31 Agustus. Sebagai kampus berprestasi, Universitas Tadulako kembali menampilkan diri dalam pertarungan hebat nasional ini. 3 orang debater siap berlaga di ajang spekatekuler tersebut. Rezky Barrizie Putra, Riana Dwi Pratiwi, Ryka Marina Walanda adalah 3 orang debater berkapasitas handal.

Tim yang akan berangkat tanggal 24 agustus ini, didampingi langsung oleh pembina mereka, Aminah, S.Pd, M.Pd. Sehari sebelum berangkat pembina yang telah beberapa kali mendampingi tim debat bahasa ingris di ajang nasional ini, menyatakan keyakinan bahwa tim yang diutus memiliki kesiapan yang cukup matang kualitas dan pengalaman berkompetisi. “sebagai pembina dan pendamping saya yakin mereka mempunyai kesiapan yang cukup matang untuk bertanding di evant Nasional ini.” Tuturnya penuh optimis.

“Kepada keluarga besar Universitas Tadulako kami memohon Doanya agar tim kami bisa sukses di tingkat nasional.” Sambung ibu Aminah sesaat ditemui awak Media Tadulako. Dalam perbincangan kecil di area rektorat, Ibu Aminah menyampaikan bahwa ketiga putra putri Untad ini merupakan debater yang telah meiliki pengalaman nasional di evant-evant sebelumnya. Maka, peluang kemenangan terbuka lebar untuk tim Untad.

Tim debat yang akan diberangkatkan ini, juga mereka yang telah lolos dalam pertarungan debat se-regional 9 di makassar, dan tim Untad berhasil masuk 8 besar serta dapat melangkahkan kaki di ajang selanjutnya.

Riana Dwi Pratiwi, Mahasiswa FKIP angkatan 2013 ini, sebagai salah satu tim Untad, menyampaikan bahasa optimis penuh semangat. “meski kita tetap realistis, kita juga harus optimis untuk menang di ajang kali ini” ungkapnya penuh semangat.

BNN KUNJUNGI UNTAD

 

FOTO: DIREKTUR Diseminasi Informasi BNN RI, Drs. Gun Gun Siswadi, M.Si. (kanan), memberikan sosialisasi tentang narkoba dan upaya pencegahannya kepada mahasiswa di Ruang Senat Rekorat Untad, selasa (27/8) lalu. (FOTO: MUAMAR KADAFI/MT)

 

Dalam kunjungannya ke Universitas Tadulako (Untad), Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) melakukan sosialisasi tentang narkoba dan pencegahannya pada Selasa (27/8) di Ruang Senat Rektorat Untad. Sosialisasi yang menghadirkan pembicara Direktur Diseminasi Informasi BNN RI, Drs. Gun Gun Siswadi, M.Si. dan Kepala BNN Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Kombes Pol. Drs. Sutarso, SH. Ini diikuti oleh puluhan mahasiswa utusan fakultas.

 

Drs. Gun Gun Siswadi selaku pemateri pertama menyampaikan bahwa yang dikatakan sebagai tindak penyalahgunaan narkoba yakni pemakaian narkoba di luar indikasi medik, tanpa petunjuk atau resep dokter, secara teratur atau secara berkala sekurang-kurangnya selama sebulan.

 

Saat ini, kata Gun Gun Siswadi, Indonesia tidak lagi menjadi negara transit tetapi sudah menjadi negara pasar narkoba yang besar, apalagi dengan harga yang tinggi, sehingga menjadi rawan dan surga bagi sindikat narkoba. “Sehingga di Indonesia pada tahun 2011 perkiraan kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba adalah Rp. 48,2 Trilyun”, imbuhnya.

 

Dikatakan Gun Gun Siswadi, Narkoba merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Adapun jenis-jenis narkoba yakni, narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya.

 

“Saat ini sudah ditemukan 251 narkotika jenis barudi dunia, 21 diantaranya sudah masuk dan beredar di Indonesia”, imbuhnya.

 

Terkait cara pencegahannya, BNN memberikan beberapa strategi di antaranya, melakukan sosialisasi, tes urine, mengembangkan kegiatan-kegiatan yang sifatnya kreatif, memasang poster-poster anti narkoba, hingga penerapan sanksi tegas dan berat kepada pelaku penyalahgunaan narkoba.

 

Lanjut  Gun Gun Siswadi, pemanfaatan teknologi informasi dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba sangat berperan. “Di samping itu, yang sangat perlu adalah jalani pola hidup sehat dengan olahraga teratur, tidur cukup, makan makanan bergizi dan hindari rokok, alkohol, serta kafein”, tutupnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala BNNP Sulteng. Dalam pemaparannya, Kombes Pol. Drs. Starso, SH. Mengatakan bahwa saat BNNP Sulteng terus melakukan sosialisasi ke masing-masing kabupaten yang ada di Sulteng. Mulai dari linkungan instansi pemerintah, universitas, sekolah, hingga ke lingkungan masyarakat.

SILATURRAHIM AKADEMIK PASCASARJANA

 

PASCASARJANA: Rektor Untad saat menjadi keynot speaker pada Silaturrahim Akademik Mahasiswa Baru. (Foto: Taqyuddin Bakri/MT)

 

Temu akademik merupakan tradisi akademik setiap tahun yang dilaksanakan oleh Program Pascasarjana (PPs) Universitas Tadulako (Untad). Kegiatan ini, bertujuan untuk menyambut mahasiswa baru, sekaligus mempererat hubungan silaturrahim. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Panitia Silaturrahim Akademik, Dr. Suparman, M. Si., dalam laporannya pada kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (31/8), di Auditorium Untad.

 

Dr. Suparman juga menjelaskan bahwa pada tahun akademik 2013/2014 ini, PPs Untad menerima 675 mahasiswa. Rinciannya, Program Studi (Prodi) Magister Administrasi Publik (MAP) 158 orang, Prodi Magister Manajemen (MM) 117 orang, Prodi Magister Pendidikan Sains 69 orang, Prodi Magister Ilmu-ilmu Pertanian 61 orang, Prodi Magister Ilmu Hukum 55 orang, Prodi Magister Perencanaan Wilayah Pedesaan (MPWP) 54 orang, Prodi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia 45 orang, Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris 38 orang, dan Prodi Magister Agribisnis 36 orang.

 

“Sementara itu, dari program doktoral, Prodi Doktor Ilmu-ilmu Pertanian 14 orang, dan Prodi Doktor Ilmu Ekonomi 28 orang,” jelas Ketua Panitia yang juga merupakan Koordinator Prodi MPWP ini.

 

Kegiatan itu, diisi oleh orasi ilmiah dari Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir, SE., MS., dan Direktur PPs Untad, Prof. Dr. Ir. Indrianto Kadekoh, MP. Dalam orasinya selaku keynot speaker, Rektor menyatakan menyambut baik kedatangan para calon magister dan doktor. Para mahasiswa baru, jelas Rektor, harus bersemangat dalam menempuh pendidikannya. Untuk itu, kata Rektor, pihak Untad tidak akan berdiam diri. Selaku penyelenggara layanan akademik, peningkatan mutu dan kualitas merupakan hal utama yang akan terus diperhatikan.

 

“Jangan sampai ada magister dan doktor yang dihasilkan tidak sesuai harapan. Kemampuan saat sudah menjadi lulusan sama dengan saat sebelum masuk,” jelas Prof. Basir.

 

Tidak lupa, Rektor mengingatkan kepada mahasiswa baru, untuk melakukan pendekatan simbiosis mutualisme dalam menjalani pendidikan. Jangan sampai muncul parasit-parasit yang hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

 

“Lakukan mind shifting, yaitu pemutuan yang menuntut adanya perubahan sikap dan cara berpikir selaku akademisi. Tempatkan dimensi akademik di atas segala-galanya,” pesan Rektor.

 

Sebelumnya, Direktur PPs Untad juga mengungkapkan hal yang sama. Prof. Indrianto, dalam pemaparannya, menekankan pada cara berpikir dan bertindak untuk meraih sukses akademik. Harapan dari segenap civitas akademika PPs Untad, semua mahasiswa dapat sukses dan selesai tepat pada waktunya.

 

“Hal ini akan menunjukkan kualitas mutu akademik mahasiswa Pascasarjana Untad, yang tentu saja sesuai dengan visi dan misi,” ujar Prof. Indrianto.

 

Para mahasiswa juga, diharapkan dapat menunjukkan perilaku akademisi, yaitu mandiri, kreatif, inovatif, jujur, dan berketuhanan.

 

“Sehingga muncul outcome yang berbudaya dan dapat diterima di berbagai lini kehidupan masyarakat,” harap Direktur PPs Untad.

Pada kesempatan itu, Rektor juga menyerahkan secara simbolis sertifikat Matrikulasi PPs Untad kepada dua orang perwakilan mahasiswa. Sebelumnya, telah dilaksanakan jalan santai yang dilepas oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. H. Hasan Basri, MA., Ph. D. Pada kegiatan itu, dibagikan sejumlah hadiah yang disediakan oleh BNI dan Bank Syariah Mandiri, selaku partner perbankan Untad.