In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Powered by RS Web Solutions

BNN KUNJUNGI UNTAD

 

FOTO: DIREKTUR Diseminasi Informasi BNN RI, Drs. Gun Gun Siswadi, M.Si. (kanan), memberikan sosialisasi tentang narkoba dan upaya pencegahannya kepada mahasiswa di Ruang Senat Rekorat Untad, selasa (27/8) lalu. (FOTO: MUAMAR KADAFI/MT)

 

Dalam kunjungannya ke Universitas Tadulako (Untad), Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) melakukan sosialisasi tentang narkoba dan pencegahannya pada Selasa (27/8) di Ruang Senat Rektorat Untad. Sosialisasi yang menghadirkan pembicara Direktur Diseminasi Informasi BNN RI, Drs. Gun Gun Siswadi, M.Si. dan Kepala BNN Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Kombes Pol. Drs. Sutarso, SH. Ini diikuti oleh puluhan mahasiswa utusan fakultas.

 

Drs. Gun Gun Siswadi selaku pemateri pertama menyampaikan bahwa yang dikatakan sebagai tindak penyalahgunaan narkoba yakni pemakaian narkoba di luar indikasi medik, tanpa petunjuk atau resep dokter, secara teratur atau secara berkala sekurang-kurangnya selama sebulan.

 

Saat ini, kata Gun Gun Siswadi, Indonesia tidak lagi menjadi negara transit tetapi sudah menjadi negara pasar narkoba yang besar, apalagi dengan harga yang tinggi, sehingga menjadi rawan dan surga bagi sindikat narkoba. “Sehingga di Indonesia pada tahun 2011 perkiraan kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba adalah Rp. 48,2 Trilyun”, imbuhnya.

 

Dikatakan Gun Gun Siswadi, Narkoba merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Adapun jenis-jenis narkoba yakni, narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya.

 

“Saat ini sudah ditemukan 251 narkotika jenis barudi dunia, 21 diantaranya sudah masuk dan beredar di Indonesia”, imbuhnya.

 

Terkait cara pencegahannya, BNN memberikan beberapa strategi di antaranya, melakukan sosialisasi, tes urine, mengembangkan kegiatan-kegiatan yang sifatnya kreatif, memasang poster-poster anti narkoba, hingga penerapan sanksi tegas dan berat kepada pelaku penyalahgunaan narkoba.

 

Lanjut  Gun Gun Siswadi, pemanfaatan teknologi informasi dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba sangat berperan. “Di samping itu, yang sangat perlu adalah jalani pola hidup sehat dengan olahraga teratur, tidur cukup, makan makanan bergizi dan hindari rokok, alkohol, serta kafein”, tutupnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala BNNP Sulteng. Dalam pemaparannya, Kombes Pol. Drs. Starso, SH. Mengatakan bahwa saat BNNP Sulteng terus melakukan sosialisasi ke masing-masing kabupaten yang ada di Sulteng. Mulai dari linkungan instansi pemerintah, universitas, sekolah, hingga ke lingkungan masyarakat.

Share